Mewaspadai Skoliosis
Jika anda memperhatikan ada orang yang sikap tubuhnya tak proporsional maka kemungkinan ia kemungkinan telah mengalami skoliosis. Skoliosis adalah keadaan abnormal dimana tulang belakang mengalami lengkungan sehingga membentuk huruf C atau S. Skoliosis adalah penyakit yang sangat sering dialami oleh sebagian orang. Biasanya skoliosis tak menimbulkan masalah fisik yang begitu berat. Dalam kasus yang parah, skoliosis dapat menyebabkan terganggunya fungsi paru-paru, hati, jantung, dan tungkai.
Gejala Skoliosis
Gejala skoliosis berbeda tergantung tingkat keparahannya. Biasanya penderita skoliosis dapat diamati dari tubuhnya Tubuh penderita skoliosis akan terlihat condong ke satu sisi, tinggi bahu tidak sama, tulang belikat yang menonjol dan pinggang yang tidak rata. Lengkungan pada skoliosis seringkali membuat tidak nyaman, kaku, dan sakit.
Saat gejala telah terlihat, segeralah mendatangi dokter untuk dilakukan pemeriksaan. Dokter yang menangani tulang belakang adalah dokter ortopedi ahli spine. Jika skoliosis terdeteksi sejak dini, maka akan lebih cepat untuk diatasi agar tak menjadi semakin parah.
Diagnosis Skoliosis
Diagnosis skoliosis dilakukan oleh dokter dengan menanyakan apa yang dirasakan oleh pasien serta penyakit apa yang pernah sebelumnya dialami. Pemeriksaan fisik dilakukan dokter dengan meminta pasien membungkuk, berdiri, duduk, dan berjalan. Dokter juga akan memeriksa syaraf, otot, dan refleks. Jika perlu dokter akan menggunakan rontgen, CT scan atau MRI untuk secara pasti mengetahui tingkat keparahan tulang belakang.
Terapi Skoliosis
Pada anak-anak penanganan skoliosis dilakukan dengan menggunakan brace. Brace adalah penyangga tulang belakang yang dipasangkan pada bagian rusuk, sekitar pinggang, dan bawah ketak. Tujuannya bukanlah untuk meluruskan kembali tulang belakang melainkan untuk mencegah skoliosis menjadi semakin parah.
Brace nantinya akan digunakan setiap hari oleh anak hingga pertumbuhan tubuhnya terhenti. Brace tetap digunakan saat tidur dan hanya dilepas saat mandi dan berolahraga.
Pada orang dewasa skoliosis ditangani dengan memberikan obat pereda nyeri dan suntik kotikosteroid. Tindakan terakhir adalah dengan tindakan operasi. Terdapat beberapa jenis operasi seperti operasi penggabungan tulang belakang, operasi laminektomi, dan operasi disektomi.